Diet untuk Anak Obesitas

Belajar dari kasus Arya Permana, bocah 10 tahun dengan berat 192 Kg, diet pada anak diperlukan agar buah hati terhindar dari obesitas.


Setiap orang tua umumnya bangga dan senang melihat anak gemuk. Sebab mereka menganggap, anak yang gemuk berarti sehat. Padahal, nyatanya tidaklah demikian. Anak yang gemuk memiliki resiko obesitas atau kegemukan bila terus dibiarkan.
Mengutip Okezone.com, jika melihat kasus Arya Permana, bocah 10 tahun asal Karawang yang memimiliki berat badan hingga 192 kilogram, tentu orang tua harus berpikir ulang jika mereka senang melihat anaknya gemuk. Sebab sebagaimana kita tahu, anak yang gemuk umumnya gemar makan atau ngemil. Kebiasaan inilah yang nantinya menyebabkan anak mengalami obesitas.
Pemerhati gaya hidup Dr. Grace Judio-Kahl mengatakan, anak obesitas perlu dididik untuk mengetahui kondisi sistem pencernaannya, serta dibantu dengan bimbingan orangtua. "Utamanya, anak harus tahu kenyang dan lapar. Anak harus makan waktu ia lapar dan berhenti waktu ia kenyang, tetapi bukan kekenyangan," ujarnya.
Salah satu cara yang ia perkenalkan ialah melalui pengaturan rambu makanan. "Kita perlu memperkenalkan anak dengan rambu-rambu Merah, Kuning, dan Hijau," tambahnya. Berikut penjelasan dr Grace mengenai rambu-rambu makanan yang harus diperkenalkan kepada anak yang mengalami obesitas.
Merah
Makanan atau minuman yang mengandung gula, santan, tepung, dan minyak. Untuk mengonsumsi makanan rambu Merah ini, harus tunggu aba-aba dan melihat kondisinya. Kalau dikasih aba-aba ia baru boleh menyantapnya.
Kuning
Makanan yang mengandung protein, seperti ayam, tahu, tempe, maupun ikan. Ia boleh makan banyak, tetapi juga harus melihat kondisinya terlalu kenyang atau tidak.
Hijau
Makanan atau minuman ini antaralain teh, air putih, sayuran, buah, atau agar-agar. Anak boleh makan dalam porsi agak banyak.
Tentunya rambu-rambu makanan ini dapat dijalankan oleh anak obesitas dengan bantuan orangtua. Tetapi anak tak perlu menghitung jumlah kalori yang harus dikonsumsinya setiap hari. "Anak obesitas tak harus menghitung kalori dan orangtua harus tetap memantau anaknya," tukasnya. {http://www.infonitas.com/}

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Diet untuk Anak Obesitas"

Posting Komentar